Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarokatuh...

Salam Sejahtera, semoga engkau dirahmati dan diberkati Allah...

Begitu maraknya orang-orang kafir dalam menyebarkan kesesatan kepada yang telah beragama, khususnya kepada umat Islam.

Maka dari itu, marilah...kita tolak keras gerakan kafir ini dengan bergabung di blog ini serta memberikan jawaban-jawaban atas pembahasan yang telah didistorsikan oleh para kafirun dengan menggunakan argumen-argumen yang kuat lagi bisa dipertanggung jawabkan.

Allah berfirman: "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu."
( QS. al-Baqarah (2) : 120 )

Jumat, 25 Juni 2010

Perintah Perang Dalam Kitab Suci

Dialog ini terjadi lewat Facebook....


Bapak Korban Salibis
“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.” (QS. AT TAUBAH:29)
Kemarin jam 17:10 – melalui Random Ayat
13 Komentar – Suka – Hapus
Bishop Baius Hannasius dan 2 oarng lainnya menyukai ini.

-sang Laskar- jam 17:19 kemarin
Wah…Maha Kejam sekali Auloh.. hapus

Bishop Baius Hannasius jam 17:54 kemarin
Sang Laskar@ kamu gak tau ya? Perangi org kafir jg ada dlm hukum Taurat loh… hapus

-sang Laskar- jam 19:40 kemarin
Hukum taurat yang mana, memangnya ada yah..?? hapus

Bishop Baius Hannasius jam 21:22 kemarin
Buka aja Perjanjian Lama… hapus

-sang Laskar- jam 21:34 kemarin
……????????????
Hampir tiap hari saya buka kok.. hapus

Bapak Korban Salibis jam 7:57
“Panah-panah-Ku akan dilumuri darah mereka; semua yang menentang Aku Kubunuh dengan pedang-Ku. Tidak Kubiarkan siapapun melawan Aku; orang tahanan dan yang luka-luka mesti mati juga.” (Deuteronomy 32:42) hapus

Bapak Korban Salibis jam 7:58
“Apabila Tuhan, Allahmu, telah membawa engkau ke dalam negeri, ke mana engkau masuk untuk mendudukinya, dan Ia telah menghalau banyak bangsa dari depanmu, yakni orang Het, orang Girgasi, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, tujuh bangsa, yang lebih banyak dan lebih kuat dari padamu, dan Tuhan, Allahmu, telah menyerahkan mereka kepadamu sehingga engkau memukul mereka kalah, maka haruslah kamu menumpas mereka sama sekali. Janganlah engkau mengadakan perjanjian dan janganlah engkau mengasihani mereka.” (Deuteronomy 7:1-2) hapus

Bapak Korban Salibis jam 7:59
ULANGAN 20:10-13
10. Apabila engkau mendekati sebuah kota untuk berperang melawannya, maka haruslah engkau menawarkan damai kepadanya.
11. Apabila kota itu menerima perdamaian itu dan dibukanya pintu gerbang bagimu, maka haruslah semua orang yang ada disitu melakukan RODI bagi mu dan menjadi hamba kepadamu.
12. Tetapi apabila kota itu tidak mau berdamai dengan engkau, melainkan mengadakan perlawanan dengan engkau, maka haruslah engkau mengepungnya.
13 dan setelah Tuhan, Allahmu menyerahkannya kedalam tanganmu, maka haruslah engkau membunuh seluruh penduduknya yang laki-laki dengan mata pedang. hapus

Bapak Korban Salibis jam 8:00
Samuel 15:3 “Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan padanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun PEREMPUAN, KANAK-KANAK MAUPUN ANAK-ANAK YANG MENYUSU, LEMBU maupun DOMBA, UNTA maupun KELEDAI” hapus

Bapak Korban Salibis jam 8.00
Ulangan 20:16 “Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, JANGANLAH KAU BIARKAN HIDUP APAPUN YANG BERNAFAS”. hapus

Bapak Korban Salibis jam 8:01
17 Maka sekarang bunuhlah semua laki-laki di antara anak-anak mereka, dan juga semua perempuan yang pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu bunuh.
18 Tetapi semua orang muda di antara perempuan yang belum pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu biarkan hidup bagimu. hapus

Bapak Korban Salibis jam 8:05
Jika kamu masih berdalih: “Kan udah ada Yesus, jadi ajaran perang berubah…”
Oh… Gak bisa gitu bos…
Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibir-Ku tidak akan Kuubah. [Mazmur 89:34] hapus

Bishop Baius Hannasius jam 8:12
Matius 5:17 “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. 18 Karena Aku berkata kepadamu: sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum taurat, sebelum semuanya terjadi.” hapus

Minggu, 20 Juni 2010

Transkrip Dialog, Penghakiman 'Isa Almasih

Berawal di sebuah note milik Cahaya Iman di Facebook

Catatan Cahaya Iman: IMAM MAHDI DI ALQURAN ADALAH ISA (YESUS)…

Catatan Cahaya|Catatan tentang Cahaya|Profil Cahaya

IMAM MAHDI DI ALQURAN ADALAH ISA (YESUS)…

Bagikan

11 Juni 2010 jam 4:12

Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya.
Dan adalah Allah Maha Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
QS. an-Nisa’ (4) : 158

Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman
kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu
akan menjadi saksi terhadap mereka.
QS. an-Nisa’ (4) : 159

Diperbarui sekitar seminggu yang lalu · Komentari · Suka · Laporkan Catatan


Inggrids Sahdu

emmm . . . !

11 Juni jam 7:51 melalui Facebook Seluler · Suka


Bishop Baius Hannasius

Abu Hurairah Radiyallahu ‘anhu menyampaikan bahwa Rasulullah sholallahu ‘alayhi wassallam bersabda, “Ibnu Maryam akan turun sebagai seorang imam dan penguasa yang adil.

11 Juni jam 16:16 melalui Facebook Seluler · Suka ·


Bishop Baius Hannasius

Dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, membawa kembali perdamaian, dan menggunakan pedang sebagai sabit (alat pertanian yang bergagang pendek).

11 Juni jam 16:17 melalui Facebook Seluler · Suka ·


Bishop Baius Hannasius

Segala sesuatu yang beracun akan kehilangan racunnya, dan dari langit makanannya akan jatuh. Dan, bumi akan mengeluarkan anugerahnya. Seorang anak akan bermain dengan seekor ular, dan ular itu tidak akan mematuknya.

11 Juni jam 16:20 melalui Facebook Seluler · Suka ·


Bishop Baius Hannasius

Biri-biri dan serigala akan bergembala bersama tanpa yang terakhir (serigala) memakan yang pertama (biri-biri); singa dan sapi akan bergembala bersama tanpa yang terakhir (singa) memakan yang pertama (sapi).” [HR. Ahmad]

11 Juni jam 16:22 melalui Facebook Seluler · Suka ·


Bishop Baius Hannasius

Abu Hurairah Radiyallahu ‘anhu menyampaikan bahwa Rasulullah sholallahu ‘alayhi wassallam bersabda, “Dengan Dia yang mempunyai jiwaku di tangan-Nya, waktu adalah dekat ketika Ibnu Maryam akan turun di antara kalian–seorang penguasa adil. Dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, dan menghilangkan Jizyah.

11 Juni jam 16:26 melalui Facebook Seluler · Suka ·


Bishop Baius Hannasius

Kekayaan akan berada dalam kelimpahan yang tidak seorang pun akan menerimanya (sebagai amal). Sijdah (sujud) akan menjadi lebih baik daripada dunia dan semua yang ada di dalamnya.”

11 Juni jam 16:28 melalui Facebook Seluler · Suka ·


Bishop Baius Hannasius

Kemudian Abu Hurairah Radiyallahu ‘anhu berkata, “Dan sampaikan jika kalian berkehendak:

Tidak ada seorang pun dari ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani), kecuali akan beriman kepadanya (‘Isa, hanya sebagai seorang Rasulullah dan sebagai manusia biasa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti ‘Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.” [QS. An-Nisaa' 4:159]

11 Juni jam 16:32 melalui Facebook Seluler · Suka ·


Cahaya Iman

iya…berarti kan bukan muhamad..?

14 Juni jam 8:28 · Suka


Bishop Baius Hannasius

Memangnya kenapa?

14 Juni jam 10:12 · Suka ·


Cahaya Iman

Isa menjadi saksi…bukan muhamad kan..sementara muhamad ikut di adili… sama YESUS…sedih ga bro..kamu nya..?
ha ha ha ha ha….

Kemarin jam 6:34 · Suka


Bishop Baius Hannasius

Gak sedih kok……. Nabi Yesus kan mengadili ahli kitab (Yahudi dan Nasrani), lihat QS. An-Nisaa 4:159

Kemarin jam 12:00 melalui Facebook Seluler · Suka ·


Bishop Baius Hannasius

Ibnu Abi Hatim menyampaikan bahwa seseorang bertanya pada al-Hasan tentang ayat ini:

Tidak ada seorang pun dari ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani), kecuali akan beriman kepadanya (Isa, hanya sebagai seorang Rasul Allah dan sebagai manusia biasa) sebelum kematiannya. [QS. An-nisaa' 4:159]

Dalam ayat tersebut ‘Isa akan mengadili Yahudi yg … Lihat Selengkapnyamenganggapnya sebagai anak haram dan orang Nasrani yg menganggapnya sbg Tuhan, bahwasanya Yesus, atau Isa karena kamu menganggapnya begitu adalah seorang Rasul dan manusia biasa…

48 menit yang lalu melalui Facebook Seluler · Suka ·


Bishop Baius Hannasius

..sementara muhammad ikut di adili….

@==§==========-

Itukan katamu, kata saya Tidak. Nabi Muhammad tdk diadili…. Lihat Selengkapnya
Saya punya 2 dalil:

1. Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, DAN KAMU TIDAK AKAN DIMINTA (PERTANGGUNG JAWAB) tentang penghuni-penghuni neraka. [QS. Al Baqarah 2:119]

44 menit yang lalu melalui Facebook Seluler · Suka ·


Bishop Baius Hannasius

Yang ke-2 adalah dari dalil hadist yg disampaikan dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu yaitu tentang turunnya ‘Isa dan membunuh Dajjal, di akhir Hadist bunyinya seperti ini: ……….’Isa akan tetap tinggal selama 40 tahun. Kemudian dia akan meninggal, dan umat Islam akan menshalatinya. HR. Ahmad

Bagaimana Yesus akan mengadili Nabi Muhammad, sedangkan Yesus hanya diberi waktu oleh Allah selama 40 tahun di bumi, sedangkan Nabi Muhammad tidak hidup di bumi saat itu?

39 menit yang lalu melalui Facebook Seluler · Suka ·

Jumat, 18 Juni 2010

Transkrip Dialog, Membantah Islam Mengajarkan Kekerasan

Berawal dari status Dada Chandra Ramadhan di Facebook pada Hari Jum’at, 18 Juni 2010

Dada Chandra Ramadhan
TAK BOLEH BERLAKU BAIK PADA ORANG KAFIR!
9 jam yang lalu
10 Komentar – Suka
2 orang menyukai ini.

Dada Chandra Ramadhan jam 5:06
TAK BOLEH BERLAKU BAIK PADA ORANG KAFIR!
RASULULLAH SAW TELAH BESABDA: “BERLAKU BAIKLAH TERHADAP ORANG MUSLIM DAN BERLAKU TEGASLAH TERHADAP ORANG NON MUSLIM (KAFIR)!” (H.R. BUKHORI).
MAKA KITA JANGANLAH BERLAKU KASAR N JAHAT N BAIK HATI TERHADAP ORANG NON MUSLIM, TETAPI HARUSLAH BERLAKU TEGAS!

Lia Rani jam 5:33
Hehe akhrny ad jg muslim yg mengakui hal tsb, dr dulu sy paparkn hadits tsb,tp tak ad yg pcya dan dkatakn hadits tsb dha’if.hehe..
Kl bgni kan sy jd yakin akn islam. Hanya mengasihi yg mw ikut (tak ada bedany dgn genk2 jahat d dunia).hehe..
Islam terbukti bukan agama damai.hehehe..

Dada Chandra Ramadhan jam 5:34
lia, lo islam ato kafir?...

Lia Rani jam 5:48
Untk mengtahui suatu ajaran/ayat,tdk plu memikirkan latar blakang org tsb.hehehe..
Yg plu dperhatikan adl mengapa yg katany ajaran agama,justru memerntahkn brlaku keras thd yg tak seagama.hehe..
Islam agama atau genk?
hehe..

Bishop Baius Hannasius jam 5:51
Imam Bukhari meriwayatkan dari Abdullah bin Amri dari Nabi shollallahu ‘alayhi wassallam, “Barangsiapa membunuh Kafir Mua’hid, maka ia tidak akan mencium bau surga, padahal bau surga tercium dari jarak 40 tahun perjalanan”. hapus

Bishop Baius Hannasius jam 5:53
Islam dilarang membunuh sesama manusia tanpa alasan yang dibenarkan… hapus

Bishop Baius Hannasius jam 6:09
Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui. At Taubah: 6 hapus

Bishop Baius Hannasius jam 6:13
Bagaimana bisa ada perjanjian (aman) dari sisi Allah dan rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin, kecuali dengan orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidil Haram? Maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa. At Taubah:7 hapus

Bishop Baius Hannasius jam 6:21
Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Al Baqarah: 192 hapus

Bishop Baius Hannasius jam 11:15
Saya melihat dalam Kamus Umum Baku Bahasa Indonesia oleh Idrus H. A. Terbitan Bintang Usaha Jaya Surabaya Cetakan pertama Tahun 1996, bahwa kata Tegas berarti berwibawa, tidak plin plan. Menegaskan artinya menjelaskan, menerangkan. Tegasnya artinya jelasnya, maksudnya. Sehingga kata tegas tak ada hubungannya dengan tidak boleh berbuat baik… hapus

Rabu, 16 Juni 2010

Menjawab nasib wanita muslimah: Islam memperbolehkan memukul istri . . .

(Sering) ada pertanyaan dari kaum non muslim tentang salah satu "nasib wanita muslimah". Topik kita kali ini adalah pertanyaan: "Kenapa istri muslimah boleh dipukul suami muslim, sedangkan istri kafir tidak boleh dipukul karena dilindungi hukum KDRT?"

Dari sini muncul pertanyaan: kapan, mengapa dan siapa pukulan boleh dilakukan?
untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita kaji.
Dasar yang mereka gunakan adalah Surat An-Nisaa: 34

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang ta'at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

Apa ada yang salah dengan ayat di atas? TIDAK . . .
Sederhananya begini: dari ayat di atas jelas, memukul sebagai alternative terakhir. Menurut ayat di atas, apabila sang istri nusyuz (durhaka), maka yang pertama harus dilakukan adalah menasehati. Namun jika dinasehati tidak mempan dan masih saja durhaka, maka pisahlah dari tempat tidur mereka (pisah ranjang) agar sang istri merasa bersalah atas tingkah durhakanya. Jika kedua cara yang baik ini masih juga tidak mempan dan sang istrri masih saja durhaka, maka pukullah.

Mengenai “pukullah” ini, pukulan yang dimaksud adalah pukulan ringan yang tidak mengucurkan darah serta tidak dikhawatirkan menimbulkan kebinasaan jiwa atau cacat pada tubuh, patah tulang, dsb (dharb ghoiru mubbarih). Tujuannya adalah untuk mendidik, memperbaiki, dan meluruskan. Dan bukan pukulan yang keras hingga membuat istri takut dan lari dari suami.

Sabda Rosul Saw:
“Bertakwalah kalian kepada Allah dalam perkara para wanita (istri), karena kalian mengambil mereka dengan amanah dari Allah dan kalian menghalalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah. Hak kalian terhadap mereka adalah mereka tidak boleh membiarkan seseorang yang kalian benci untuk menginjak (menapak) di hamparan (permadani) kalian. Jika mereka melakukan hal tersebut3 maka pukullah mereka dengan pukulan yang tidak keras.” (HR. Muslim no. 2941)

Contoh kisah nabi Ayub a.s:
Ketika nabi Ayub ditinggalkan oleh istrinya, beliau bernazar jika kelak ia sembuh, ia akan memukul istrinya 100 kali. Dan beliau melakukannya. Tapi dengan seikat lidi berjumlah seratus buah, dan memukul hanya sekali saja. (QS. Shâd [38]: 44)
(sumber: http://www.psq.or.id/ensiklopedia_detail.asp?mnid=34&id=89)

Intinya, pukulan hanya ditujukan pada istri yang sangat durhaka sekali, yang tidak mengindahkan nasehat dan tindakan peringatan suami dalam bentuk pisah ranjang.

Yang patut jadi perhatian!
Islam menetapkan batasan-batasan dan syarat-syarat dalam pelaksanaan pukulan sehingga tidak keluar dari tujuan pembolehannya yaitu untuk memperbaiki, meluruskan, dan mendidik. Bukan untuk membalas dendam, menghinkan dan merendahkan. Pukulannya pun harus pukulan yang tidak keras. Tidak boleh melampaui batas.

Selasa, 15 Juni 2010

Jawaban Atas Pertanyaan QS. 3:55

Dalam setiap debat antara muslim dengan kristen, selalu saja ada pertanyaan dari seorang kristen tentang maksud dari QS 3: 55,silahkan anda semua perhatikan ini:

إِذْ قَالَ اللّهُ يَا عِيسَى إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِينَ كَفَرُواْ وَجَاعِلُ
الَّذِينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذِينَ كَفَرُواْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

(Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya". (Qs 3:55)

Para mufassir berbeda pendapat mengenai ayat diatas.
Perbedaan tersebut berawal dari penterjemahan ayat "Tawaffa" (mewafatkanmu)
Makna dari "Tawaffa" adalah "Imatah" (mematikan), dan kematian itu telah terjadi sebelum 'Isa diangkat.

Kata "Tawaffa" tidak menunjukkan waktu tertentu dan juga tidak menunjukkan bahwa kematian itu telah berlalu, namun Allah Sub'hanahu wata'ala mewafatkannya kapan saja. Yang jelas tidak ada dalil bahwa waktunya telah berlalu. Mengenai bersambungnya kata "Mutawafika" dengan kata "Warofi'uka" tetap tidak menunjukkan satu hubungan yang sifatnya berurutan. Para ahli bahasa berpendapat bahwa kata sambung /wau/ itu tidak memberi faedah urutan waktu dan tidak pula Jama' (mengumpulkan) akan tetapi memberi faedah Tasyrik (keikutsertaan).

Hal ini bisa kita lihat dalam firman Allah yang menyatakan penciptaan langit dan bumi, terdapat beberapa ayat yang menyebutkan penciptaan bumi lebih dahulu seperti dalam Surah Al Baqarah 29 dan surah Thaha 4. Akan tetapi terdapat lebih banyak ayat2 dimana langit-langit disebutkan sebelum bumi (Surah Al A'raaf 54, Surah Yunus 3, Surah Hud 7, Surah Al Furqaan 59, Surah As-sajadah 4, Surah Qaf 38, Surah Al Hadied 4, Surah An-Naazi'aat 27 dan Surah As Syams 5 s/d 10). Jika kita tinggalkan surah An-Naazi'aat, tak ada suatu paragrafpun dalam Al Quran yang menunjukkan urutan penciptaan secara formal.

Ditinjau secara langsung ke dalam bahasa arab yang terdapat hanya huruf "Wa" yang artinya "dan" serta fungsinya menghubungkan dua kalimat. Terdapat juga kata "tsumma" yang berarti "disamping itu" atau "kemudian dari pada itu". Maka kata tersebut dapat mengandung arti urut-urutan. Yaitu urutan kejadian atau urutan dalam pemikiran manusia tentang kejadian yang dihadapi. Tetapi kata tersebut dapat juga berarti menyebutkan beberapa kejadian-kejadian tetapi tidak memerlukan arti urutan-urutan.

Bagaimanapun periode penciptaan langit-langit dapat terjadi bersama dengan dua periode penciptaan bumi.Di dalam Al Quran, hanya terdapat satu paragraf yang menyebutkan urutan antara kejadian-kejadian penciptaan secara jelas, yaitu Surah An-Naazi'aat: 27-33.

Izqolallahu ya'Isa Inni mutawaffika warofi'uka, Artinya adalah:
"Ketika Allah berkata: "Wahai 'Isa ! Sesungguhnya Aku akan mewafatkanmu dan akan mengangkat kamu kepadaKu, bisa juga bermakna demikian :
"Izqolallahu ya'Isa Inni rofi'uka illa wamutawaffika" , yang artinya menjadi
Ketika Allah berkata: "Hai 'Isa ! Sesungguhnya Akulah yang mengangkatmu kepadaKu dan yang mewafatkanmu."

Hal ini juga berdasarkan dalil bahwa didalam AlQur'an juga terdapat pemutlakan kata wafat untuk makna tidur, seperti dalam firman Allah :
"Wahualladzi yatawaffakum billayli waya'lamuma jarohtum binnahari."
Dan Dialah yang memegang/menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari.(Qs. 6:60)
Allah memegang jiwa-jiwa ketika matinya dan jiwa yang belum mati di waktu tidurnya; lalu ditahanNya jiwa yang telah ditetapkan kematiannya dan dilepaskanNya yang lain sampai satu masa yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.(Qs. 39:42)

Rasulullah ketika bangun tidur mengucapkan:
Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah Dia Mematikan kami (artinya, membangunkan kami setelah menidurkan kami) dan hanya kepada Dia saja tempat kembali.(Hr. Bukhari)
Didalam kitab dan sunnah dibenarkan memutlakkan kata wafat untuk tidur. Jika demikian bisa jadi diangkatnya Nabi Isa putra Maryam itu dalam keadaan tidur sebagaimana dikatakan oleh Al Hasan Basri.

Jadi firman Allah tentang wafatnya Isa itu bisa diartikan menjadi :
Rofi'uka wamutawaffika
Kami mengangkatmu dan mewafatkanmu
Dia mengangkatmu (kelangit) lalu menurunkanmu (kedunia) dan mematikanmu sebelum hari kiamat, agar kamu menjadi salah satu tanda hari kiamat tiba.

Selanjutnya penafsiran lain, kata "Mutawwafa" adalah isim fail (nomina verbal) dari kata kerja "Tawaffahu", sehingga dapat diartikan "Jika ia menggenggamnya dan menghimpunnya kepadanya". Ibnu Qutaibah menafsirkan dalam kitab Gharibil Qur'an bahwa menggenggamnya dari bumi tanpa harus mematikan. Imam Ibnu Jarir Ath Thabari berkata: Kita sudah ketahui bahwa jika Allah mematikannya, maka tidak mungkin ia mematikannya sekali lagi lalu mengumpulkannya menjadi dua mayat

Sehingga penafsiran ayat itu menjadi :
Wahai Isa, sesungguhnya Akulah yang menggenggammu dari bumi dan yang mengangkatmu kepadaKu serta yang mensucikanmu dari orang-orang kafir yang mengingkari kenabianmu.